@E3llusionist: Soal ditunjukkin di dpn umum dan orang banyak, justru dgn itu mereka mengerti bahwa sex itu tidak hanya sesuatu yg harus ditutupi / taboo. Lagian itu khan hanya apresiasi, mereka nggak merugikan org lain dgn begitu. Mereka belajar bahwa sex itu bagian dr kebutuhan biologis, bukan hal tabu yg harus dihindari. Shame on ur uneducated thoughts!
@E3llusionist: Penting nggak penting itu subjektif sifatnya. Apa yang diapresiasi org Jepang belum tentu sama dgn org Indonesia. Gw rasa comment loe malah nunjukkin sikap ketidak "open minded"an loe. Pertanyaan loe adalah sama aja kayak "Emang penting ya ada acara tujuh bulanan di adat Jawa buat orang hamil?" Jadi, kayaknya loe deh yg harus mikir dulu sblm argumen.
Bukan kehidupannya yang udah nggak jelas lagi, justru mereka sudah berevolusi menjadi manusia yang lebih open minded. Orang yang dangkal pasti mikirnya festival kontol itu jorok lah, nggak bermoral lah, aneh, dsb, tapi orang Jepang justru berpikiran terbuka. Itu semua mereka lakukan demi penghargaan atas kontol itu sendiri, karena tanpa itu tidak akan ada yang namanya "pembuahan" sebelum proses hamil dan melahirkan. It's a cultural thing, not a wishy washy. : )